BLOGGER TEMPLATES - TWITTER BACKGROUNDS »

Jumat, 28 September 2012

Pratikum 1: Stomata


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Tujuan Percobaan
Tujuan percobaan adalah sebagai berikut.
1.      Mengetahui kondisi stomata di lingkungan isotonis
2.      Mengetahui kondisi stomata di lingkungan hipertonis

BAB II
METODE PRAKTIKUM

2.1 Waktu dan Tempat
Percobaan mengamati stomata dilakukan pada hari Senin, 10 September 2012 pada pukul 14.00-16.00 WIB di ruang laboratorium biologi SMAK St. Louis 1 Surabaya.

2.2 Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan dalam percobaan mengamati stomata adalah sebagai berikut.
1.      Kaca preparat
2.      Mikroskop elektron
3.      Silet atau cutter
4.      Gelas
5.      Pipet tetes
Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan mengamati stomata adalah sebagai berikut.
1.      Daun
2.      Wortel
3.      Air
4.      Gula pasir

2.3 Prosedur Kerja
Langkah-langkah yang dilakukan untuk mengamati stomata :
Percobaan I
1.      Siapkan semua alat dan bahan yang diperlukan.
2.      Potong wortel secara melintang menjadi 3-4 bagian.
3.      Iris wortel secara membujur tepat di bagian tengah wortel sampai kedalaman tertentu. Jangan sampai wortel terpotong menjadi dua bagian.
4.      Sisipkan sehelai daun di antara kedua sisi wortel yang sudah teriris.
5.      Sayat daun setipis mungkin.
6.      Letakkan hasil sayatan di atas kaca preparat.
7.      Isi gelas dengan air.
8.      Teteskan air ke atas hasil sayatan dengan menggunakan pipet tetes.
9.      Nyalakan mikroskop elektron dan letakkan kaca preparat sedemikian rupa sehingga objek yang akan diamati terkena cahaya.
10.  Atur sedemikian rupa posisinya dengan menaik-turunkan tubulus, serta mengganti lensa dengan perbesaran yang sesuai sehingga struktur dari objek yang akan diamati dapat terlihat.
11.  Amati struktur dari daun yang telah ditetesi air dengan saksama.
Percobaan II
1.      Lakukan langkah kerja yang sama seperti langkah kerja nomor 1-7 pada percobaan pertama.
2.      Larutkan gula dalam air yang ada pada gelas kedua.
3.      Teteskan air gula ke atas hasil sayatan dengan menggunakan pipet tetes.
4.      Nyalakan mikroskop elektron dan letakkan kaca preparat sedemikian rupa sehingga objek yang akan diamati terkena cahaya.
5.      Atur sedemikian rupa posisinya dengan menaik-turunkan tubulus, serta mengganti lensa dengan perbesaran yang sesuai sehingga struktur dari objek yang akan diamati dapat terlihat.
6.      Amati struktur dari daun yang telah ditetesi air gula dengan saksama.

BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Data Hasil Pengamatan
Dari hasil pengamatan menggunakan mikroskop elektron, terdapat perbedaan yang signifikan antara daun yang telah ditetesi air (percobaan I) dan daun yang telah ditetesi air gula (percobaan II). Pada percobaan pertama, stomata tampak terbuka dengan lebar. Namun pada percobaan kedua, stomata tampak mengerut.

3.2 Pembahasan
Dari percobaan mengamati stomata, dapat dilihat bahwa stomata dari daun yang ditetesi air ternyata terbuka lebar. Hal ini dikarenakan air (lingkungan) bersifat isotonis. Isotonis adalah keadaan dimana konsentrasi pelarut sama besar dari pada zat terlarut. Stomata yang terbuka lebar tentunya akan memudahkan tumbuhan untuk memasukkan zat-zat yang diperlukan bagi kelangsungan hidupnya. Sedangkan pada daun yang telah ditetesi air gula, stomatanya tampak mengerut. Hal ini dikarenakan air gula bersifat hipertonis. Hipertonis adalah keadaan dimana konsentrasi pelarut lebih besar dari pada zat terlarut.

0 comments: