BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Tujuan Percobaan
Tujuan percobaan adalah sebagai berikut.
1.
Mengetahui kondisi stomata di
lingkungan isotonis
2.
Mengetahui kondisi stomata di
lingkungan hipertonis
BAB II
METODE
PRAKTIKUM
2.1 Waktu dan Tempat
Percobaan mengamati stomata dilakukan pada
hari Senin, 10 September 2012 pada pukul 14.00-16.00 WIB di ruang laboratorium
biologi SMAK St. Louis 1 Surabaya.
2.2 Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan dalam percobaan
mengamati stomata adalah sebagai berikut.
1.
Kaca preparat
2.
Mikroskop elektron
3.
Silet atau cutter
4.
Gelas
5.
Pipet tetes
Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan
mengamati stomata adalah sebagai berikut.
1.
Daun
2.
Wortel
3.
Air
4.
Gula pasir
2.3 Prosedur Kerja
Langkah-langkah yang dilakukan untuk mengamati
stomata :
Percobaan I
1.
Siapkan semua alat dan bahan yang
diperlukan.
2.
Potong wortel secara melintang
menjadi 3-4 bagian.
3.
Iris wortel secara membujur tepat
di bagian tengah wortel sampai kedalaman tertentu. Jangan sampai wortel
terpotong menjadi dua bagian.
4.
Sisipkan sehelai daun di antara
kedua sisi wortel yang sudah teriris.
5.
Sayat daun setipis mungkin.
6.
Letakkan hasil sayatan di atas
kaca preparat.
7.
Isi gelas dengan air.
8.
Teteskan air ke atas hasil sayatan
dengan menggunakan pipet tetes.
9.
Nyalakan mikroskop elektron dan
letakkan kaca preparat sedemikian rupa sehingga objek yang akan diamati terkena
cahaya.
10. Atur sedemikian rupa posisinya dengan menaik-turunkan tubulus, serta
mengganti lensa dengan perbesaran yang sesuai sehingga struktur dari objek yang
akan diamati dapat terlihat.
11. Amati struktur dari daun yang telah ditetesi air dengan saksama.
Percobaan II
1.
Lakukan langkah kerja yang sama
seperti langkah kerja nomor 1-7 pada percobaan pertama.
2.
Larutkan gula dalam air yang ada
pada gelas kedua.
3.
Teteskan air gula ke atas hasil
sayatan dengan menggunakan pipet tetes.
4.
Nyalakan mikroskop elektron dan
letakkan kaca preparat sedemikian rupa sehingga objek yang akan diamati terkena
cahaya.
5.
Atur sedemikian rupa posisinya
dengan menaik-turunkan tubulus, serta mengganti lensa dengan perbesaran yang
sesuai sehingga struktur dari objek yang akan diamati dapat terlihat.
6.
Amati struktur dari daun yang
telah ditetesi air gula dengan saksama.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Data Hasil Pengamatan
Dari hasil pengamatan menggunakan mikroskop elektron, terdapat
perbedaan yang signifikan antara daun yang telah ditetesi air (percobaan I) dan
daun yang telah ditetesi air gula (percobaan II). Pada percobaan pertama,
stomata tampak terbuka dengan lebar. Namun pada percobaan kedua, stomata tampak
mengerut.
3.2 Pembahasan
Dari percobaan mengamati stomata, dapat dilihat bahwa stomata dari daun
yang ditetesi air ternyata terbuka lebar. Hal ini dikarenakan air (lingkungan)
bersifat isotonis. Isotonis adalah keadaan dimana konsentrasi pelarut sama
besar dari pada zat terlarut. Stomata yang terbuka lebar tentunya akan
memudahkan tumbuhan untuk memasukkan zat-zat yang diperlukan bagi kelangsungan
hidupnya. Sedangkan pada daun yang telah ditetesi air gula, stomatanya tampak
mengerut. Hal ini dikarenakan air gula bersifat hipertonis. Hipertonis adalah
keadaan dimana konsentrasi pelarut lebih besar dari pada zat terlarut.

0 comments:
Posting Komentar